clock
flash
Senin, 02 November 2015
Cara Agar Terhindar Dari E-mail Palsu / Phising
Email phishing adalah salah satu bentuk penipuan yang berada di ranah internet. Korban-korbannya juga sudah banyak, mulai dari pribadi sampai ke perusahaan. Dan kerugian yang ditimbulkannya juga cukup besar. Email phishing memanfaatkan ketidakwaspadaan calon-calon korbannya. Mereka biasanya tidak mengecek darimana email-email yang mereka terima. Dan kebiasaan asal “nge-klik” tanpa menyelidiki lebih jauh link tersebut menuju ke mana atau menjalankan program apa.
Cara menghindarinya adalah :
Ada beberapa cara supaya dapat menghindari email phishing. Beberapa diantaranya adalah yang seperti di bawah ini:
a. Identitas pengirim email
Ketika kita menerima sebuah email, hal pertama yang harus anda lakukan adalah memastikan identitas pengirim. Apakah identitas si pengirim memang benar seperti yang diklaimnya? Apakah berasal dari institusi yang terpercaya?
Jika memang berasal dari orang yang kita kenal, periksa apakah isi email tersebut seperti hal-hal yang biasa orang tersebut kirimkan. Jika isinya tidak biasa, lebih baik konfirmasikan email tersebut kepada si pengirim melalui media komunikasi lain, seperti telepon, sms atau akun email lainnya.
Jika pengirim email tersebut dari sebuah institusi perbankan, pastikan apakah kita mempunyai rekening tabungan atau lainnya pada institusi perbankan tersebut atau setidaknya anda pernah berhubungan institusi tersebut. Jika memang kita mempunyai rekening tabungan pada institusi tersebut, apakah isi email tersebut hanya email pemberitahuan biasa atau berisi hal-hal yang “menakutkan” seperti rekening yang bermasalah dan sejenisnya atau “memaksa” kita untuk mengkonfirmasi data-data yang personal/penting.
Jika isinya hal-hal yang “menakutkan” atau yang sifatnya memaksa, sangat disarankan agar kita mengkonfirmasikan isi email tersebut kepada layanan pelanggan, customer care, atau layanan hotline resmi milik institusi perbankan tersebut dengan menelepon atau datang langsung ke kantor cabang institusi tersebut.
b. Jangan asal “nge-klik”
Jika di dalam suatu email terdapat link, pastikan terlebih dahulu apakah link tersebut
benar-benar link yang sesuai dengan frasa kata tempat link tersebut. Frasa kata yang mempunyai link biasa mempunyai warna yang berbeda dengan teks yang lain (biasanya berwarna biru). Periksa nama domainnya, apakah benar seperti yang ingin dituju. Periksa apakah link tersebut merujuk kepada sebuah halaman web atau suatu file.
Belajar untuk mengenali alamat domain dari halaman web merupakan suatu hal yang sangat penting untuk dipelajari, terutama untuk orang yang menggunakan sarana internet untuk berkomunikasi, bertransaksi, atau bahkan untuk orang-orang yang hanya sekedar berseluncur (surfing) di internet.
c. Jangan mudah percaya
Jangan mudah percaya terhadap setiap penawaran yang datang ke hadapan kita (dalam hal ini adalah email). Jika penawaran tersebut terlalu bagus untuk dipercaya, maka hampir dipastikan bahwa penawaran tersebut adalah penipuan. Jangan mudah percaya dengan logo-logo perusahaan terkemuka yang ditampilkan suatu halaman web, jika halaman tersebut meminta atau “memaksa” kita untuk mengisi suatu form dengan akun email/jejaring sosial dan password-nya yang asli, dan/atau data-data pribadi kita.
Kesimpulannya adalah bahwa kita harus memeriksa dengan teliti setiap email yang kita terima. Jika kita menemukan sesuatu hal yang mencurigakan pada email tersebut, konfirmasikan email tersebut melalui media komunikasi atau akun email yang lain kepada si pengirim (yang asli) atau hapus saja email tersebut. Jika ada suatu email yang berisi penawaran yang terlalu bagus untuk dipercaya, hapus saja email tersebut
- See more at: http://www.metadatastudio.com/pengertian-email-phishing#sthash.MKiFrlhw.dpuf
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar